Love Languagenya Laki-laki: Bukan Bunga, Tapi Keringat

Daftar Isi


Buat kebanyakan laki-laki (terutama yang paham fungsi qawwam-nya), bahasa cinta tertinggi itu bukan sekadar chat "lagi apa? udah makan belum?" 24 jam, atau ngasih kejutan fancy tiap bulan. Big No.

Kalau kamu ngukur cinta cuma dari hal-hal menye-menye gitu, siap-siap aja kecewa. Karena bagi mereka, cinta itu kata kerja, bukan cuma kata sifat.
Bahasa cinta mereka yang paling brutal adalah Tanggung Jawab.
Dia mungkin jarang posting fotomu di medsos dengan caption puitis ala senja-kopi. Tapi coba lihat, dia rela berangkat pagi pulang malam, 'berteman' sama macet dan stres di tempat kerja, demi apa? Demi memastikan token listrik di rumahmu ngga bunyi dan kamu bisa makan enak. Itu teriakan "I love you" paling nyata dari seorang lelaki.
Bentuk cinta lain yang sering disalahartikan cewek: Proteksi.
Saat dia rewel ngingetin kamu buat jaga aurat, atau agak 'bawel' nanya kamu pergi sama siapa, please jangan langsung ngecap dia posesif toxic. Kalau dia lelaki beriman, itu namanya Ghirah (cemburu karena Allah). Dia ngga mau wanita yang dia sayang 'dinikmati' mata orang lain. Dia sedang berusaha melindungimu, dunia akhirat. That’s a deep love, Sist.
Terus, apa yang mereka butuhin biar tangki cintanya penuh? Simpel: Rasa Hormat (Respect).
Laki-laki itu egonya disitu. Validasi dari pasangannya. Apresiasi sekecil apapun usaha dia, jangan malah dibanding-bandingin sama suami orang lain. Ketika dia merasa dihormati sebagai pemimpin, dia bakal ngasih dunia buat kamu.
Jadi, yuk mulai belajar "nerjemahin" bahasa cinta mereka.
Berhentilah menuntut pasanganmu harus jadi karakter fiksi di novel romantis. Hargai lelahnya, pahami diamnya. Karena lelaki yang setia dan bertanggung jawab sampai akhir hayat, itu jauh lebih langka dan berharga daripada yang cuma jago ngasih cokelat pas Valentine.
Admin Baik Media
Admin Baik Media Baik Media - Media informasi kebaikan seputar dunia islam, pendidikan, sains, politik dunia, sosial, dan teknologi yang dikemas dengan visual menarik serta narasi yang dapat dipahami

Posting Komentar